Terasa ingin menyerah, ingin marah. Belulang seakan lari dari persendian, menyisakan gemeretak di tulang belakang. Penat merajam diri didera aktivitas sehari-hari.
Sampai ku temukan malam sehingga dapat ku sembunyikan tangisan. Seperti warna harapan yang dilindas kegelapan. Mungkinkah masih ada masa depan?
Apa yang ku tak dapat melupakan, adalah kenangan dan segala luka masa lalu masih kerap merubung mendung di pelupuk mataku. Menjelma hujan, membadai berderai-derai.
Apa yang dapat kau pastikan? Apakah sekadar mimpi yang masih setia kau hiasi, melupakan realita yang masih kerap memberi airmata. . .
Apa kau akan marah bila aku kini telah lelah. Biarkan aku sejenak menjemput jeda. Laksana tanda koma di pertengahan kata. Dan seperti titik di akhir cerita; mencari makna. . .