Selasa, 08 Oktober 2013

RINDU PERAWAN

Senyummu masih segar, dan kerinduan segera ingar bingar.
Menyerang hati, berderap-derap, berdentam-dentam memukul kelam.
Menyulam langit malam dengan putih perawan sinar bulan.
Dan pelangi bidadari yang berkaca di tepi kali.

Sementara mataku masih nyalang pada langit kamar usang.
Ada bayangmu yang hampiri bibir mimpi.
Mencumbu sepi. . .
Saat kerinduan menjadi gaung tertahan.
Di pelukan senja kita belajar mengeja cinta. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar