Minggu, 29 Desember 2013

Tak Seperti Mimpi

Meski ku tahu kita berdua dan bersama, tapi aku juga sadar bahwa kita tak pernah sama.

Kau, aku, kini melangkah berlainan arah dan aku telah lama tersesat di tengah belantara kebimbangan ini.

Mungkin. . .
Kau bukan lagi orang yang dapat ku percayai, saat semakin aku sadari apa yang kita alami tak pernah seindah mimpi. . .

Kamis, 12 Desember 2013

CINTA TAK LAGI MENCUKUPI KITA

Biar ku remukkan sendi-sendi hari dengan keperempuananku yang meradang. Membakar matahari yang nyalang menyalak siang.

Dan aku tahu kau masih tidak peduli. . .
Masih enggan beranjak dari peraduanmu yang manja dalam dekapan selimut hangat. Menulikan telingamu atas kerepotan anakmu yang mesti sekolah dan segera berangkat.

Kita kini adalah utara dan selatan. Cuma sesekali berjumpa di ekuator, bersatu dalam gelombang panas. Selebihnya kita berjauhan, sibuk dengan dunia masing-masing. Bagimu aku amat cerewet tiada tandingan. Dan bagiku kau egois bukan kepalang.

Aku marah dan sedih di saat yang sama. Sampai ku rasakan airmataku berubah menjadi darah. Tapi aku masih tau dalam satu dekade, perlahan rutinitas ini menenggelamkan kita.

Sekali waktu kau juga kerap mengkritisi sepak terjangku di dapur. Dan aku mulai mengeluhkan ketidakpedulianmu yang mulai sering mengecewakanku.

Sampai aku sadari, cinta tak lagi mencukupi kita. . .

Cinta tak lagi mencukupi kita. . .